Are you early or nocturnal? Write the pros and cons of being one

Saya termasuk orang yang bangun pagi karena sudah jadi kebiasaan dari kecil dan karena memang ada kewajiban yang harus dituntaskan di pagi hari. Lupa banget gimana rasanya bangun siang hari, paling banter bangun dibawah jam 12 siang, nggak pernah lebih dari itu seinget saya. Itu juga itungannya masih pagi kan sebelum jam 12 siang mah.

Buat saya menjadi Early Bird atau Morning Person itu menyenangkan karena bisa menjadi mayoritas dimana bisa beraktifitas dengan orang kebanyakan, seenggaknya di lingkungan saya. Selain itu, bisa menikmati udara sejuk pagi hari sambil ngopi adalah sebuah kenikmatan tersendiri bisa menghirup udara pagi yang ngademin sebadan-badan dan pikiran.

Tapi kadang nggak enaknya jadi early adalah ketika ada waktu yang sebenernya bisa dipake buat istirahat lebih karena malemnya tidur larut, tapi nggak bisa, tetep aja bangunnnya pagi, biasanya nggak akan terlalu produktif dan fokus juga, tapi ditidurin lagi juga kadang nggak bisa. Berasa sayang aja gitu, waktu terbuang sia-sia karena udah kebayang nanti malam bakal tidur lebih awal juga. Saya gitu sih, oranganya.

Kalo ngomongin soal jam produktif dan jam fokus, ini bergantung tiap orang sih menurut saya mah. Karena kadang saya sendiri bisa dapet ide, produktif dan jam fokus itu beda-beda juga. Pernah di jam kantor, pernah juga di akhir-akhir mau tidur. Seperti postingan ini yang diketik di jam-jam bentar lagi udah naik kasur alias, ini udah ngantuk.

Postingan ini termasuk dalam postingan 30 Day Writing Challenge, yaitu tantangan menulis dalam tiga puluh hari yang sudah disiapkan topiknya. Tapi gue nggak nulis ini setiap hari, jadi tantangannya cuman ada di topik menulisnya aja. Sekian.

2 komentar

  1. Balasan
    1. Eh, Jang!

      Mangga sok silakan, tapi di sini nggak ada seblak, gapapa?

      Hapus

Terima kasih sudah membaca tulisannya. Silakan beri komentar yang sopan dan tidak mengandung SARA. Jangan lupa mampir lagi ke sini. Hatur nuhun